Lomba Baca Puisi : Hutan Dan Kehutanan

Hai what's up my friends, welcome to my blog ...

Bulan Februari lalu, aku kembali mewakili sekolah dalam lomba membaca puisi di kantor Dinas Kehutanan kota Samarinda. Jumlah peserta lomba kurang lebih sekitar 115 peserta terdiri dari pelajar dan mahasiswa se kota Samarinda, yang mewakili sekolah atau universitas nya. Dalam lomba ini, peserta sudah disediakan beberapa puisi yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan si pembaca sehingga pembaca tidak terpaku dengan satu puisi.


Sebelumnya aku memang sudah pernah mengikuti lomba membaca puisi, dan mendapatkan juara 3 saat mengikuti lomba beberapa waktu yang lalu. Setiap peserta diberikan nomor peserta dan aku mendapatkan nomor urut 6 dari 115 peserta itu. Sambil menunggu giliran tampil, aku benar-benar memperhatikan peserta sebelum ku dalam membaca puisi dan sejauh itu masih terlihat normal dan baik.

Dan aku pun tampil sambil membaca puisi yang sudah ku pilih sebelumnya. Sama dengan peserta sebelumku, aku membaca dengan normal dan tidak terlalu berlebihan meskipun aku menghayati dalam pembacaan puisi tersebut. Setelah aku tampil, aku kembali duduk dan menyaksikan peserta lainnya membaca puisi yang sudah mereka pilih.

Foto Arjuna Rafi.

Akan tetapi semakin lama, aku merasa aneh dengan pembaca puisi yang dibacakan peserta lain. Ada beberapa peserta yang menurutku jauh dari gaya membaca puisi tapi sangat mendekati dengan gaya seni theater. Kalo bisa dibilang menurutku sedikit alay dan sangat berlebihan, dan gerakan tersebut seharusnya dilakukan pada saat theater bukan saat membaca puisi.

Setahuku dalam membaca puisi, pembaca tidak diperkenankan berpindah tempat saat membaca puisi. Yang bergerak adalah lambaian tangan dan ekspresi wajah. Sementara kaki, diam di tempat dalam artian tidak berpindah posisi pijakan. Ada satu peserta yang benar-benar mencerminkan pembawaan theater bukan membaca puisi.

Peserta itu membawa lilin dan berjalan di area panggung layaknya seni theater dan menurutku itu memang seni theater bukan dari pembacaan puisi. Itu yang membuatku bingung, saat lomba ini berlangsung. Namun ada beberapa peserta yang memang sudah lihai dan berpengalaman di bidang pembacaan puisi yang memang bagus membawakan puisi tersebut.

Saat pengumuman juara dan harapan dalam lomba ini, aku tidak masuk ke dalam kategori juara atau harapan tapi setidaknya aku sudah mewakili sekolah dalam lomba membaca puisi. Ya walaupun ada rasa sedikit kecewa tapi aku usahakan itu sebagai pelajaran untuk lomba selanjutnya.


3 komentar:

  1. Menang kalah itu biasa, yang penting kakmu ikut.
    Aku juga termasuk yang suka puisi tapi jujur aku sama sekali ga bisa baca puisi.
    Intonasi dan suara ku ga sinkron, i feel bad :(
    tapi aku tetep berlatih supaya bisa kaya bang arjun amaybe :)

    Tapi yang aku ga suka dari pembaca puisi ga cuma mereka berpindah pindha macem teater aja sih,
    pembacaan puisinya itu loh terkadang terlalu mendayu-dayu.
    Mau kalimat sedih, marah ataupun senang selalu nadanya di dayu dayu.
    padahal tiap bait puisi punya nyawanya sendiri-sendiri.

    eh ko aku jadi sotoy gini

    ReplyDelete
  2. Waah,,,masih anak sekolah nih ya. jadi inget jaman dulu sekolah, jaman SD juga gue jadi perwakilan sekolah membaca puisi tapi dalam bahasa Jawa. Dan memang yang penting kan kita sudah mencoba. Dulu gue juga nggak jadi pemenangnya hehehe...
    dan dari situ kita juga bisa dapat pengalaman ya. Good luck for the next chance ya! SEMANGATH!!

    ReplyDelete
  3. Kalah menang dalam lomba itu hal biasa. Yang paling penting adalah kita sudah punya niat dan keberanian untuk ikut serta, dan pengalaman itu, gak peduli bagaimana hasilnya, pasti akan jadi bekal masa depan yang berguna bagi kita =)

    ReplyDelete

Terimakasih udah menyempatkan waktu untuk membaca . Jangan lupa untuk meninggalkan komentar yang sopan santun . Untuk menghindari komentar SPAM yang masuk , komentar kalian akan gue seleksi terlebih dahulu kemudian gue publikasikan .

Salam , Arjuna Rafi (coganarab_ )

 

KOMUNITAS BLOGGER

KOMUNITAS BLOGGER

KOMUNITAS BLOGGER

FANSPAGE FACEBOOK

PELANGGAN

Translate

JUMLAH PEMBACA

PENULIS

Halo! gue Arjun, penulis blog arjunarafi.com . Blog ini udah dibuat sejak 2015 silam, awalnya sebagai media untuk mempublikasikan tulisan-tulisan yang gue buat.

Apa aja yang gue tulis di arjunarafi.com ? sebagian besar tulisan gue untuk sharing pengalaman gue, yang juga dibarengi dengan berbagai topik sosial, hingga review apapun.

By the way, kalo lo ada saran apapun yang harus gue review, atau melakukan kerja sama bisa kontak gue di Rafisyauqie@gmail.com.

Cheers.